<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d11556135\x26blogName\x3dfor+a+moment\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dBLUE\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttps://guario.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den_US\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://guario.blogspot.com/\x26vt\x3d8883002381500247543', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

INDONESIAN IDOL: Si Untung yang Tak Beruntung

Lucky keluar. Malam yang mengejutkan. Gue dan temen-temen gue yang nonton —Gusye, Wisa, dan Romi yang cuma datang pas hasilnya—kaget semua. Gue yakin Lucky pasti bakal nggak aman malam ini, tapi gue cukup percaya kalo dia nggak akan keluar. Prediksi gue dia sampe 4 besar makanya sebelum nonton gue udah pede bilang kalo dua minggu ke depan hasilnya terlalu mudah ditebak, Helena dan Michael yang bakal keluar. Tinggal giliran siapa aja yang duluan. Gue salah.

Tapi, kenapa Lucky?

Joy seperti biasa membuat lagu jadi terasa menyegarkan, termasuk lagu “Kamu harus pulang”-nya Slank yang khas itu bisa dibawain dengan lebih ngepop tanpa kehilangan kesantaiannya Kaka. Dia juga nggak muka karet walaupun lagunya nge-beat. Nania sudah pasti memperoleh banyak sms simpati. Lagi pula, Nania memang bagus, jadi dia harus diberi kesempatan untuk tampil lebih lama.

Tapi, kenapa Lucky?

Dellon adalah, meminjam istilah Agus yang begitu pas, Indonesian Sweetheart. Dia pintar memilih lagu yang pas dengan kemampuan ekspresinya. Suaranya juga sangat pop dan tampangnya jelas komersial. Sikapnya simpatik dan charming. Gue suka cara dia menjawab pertanyaan Ata tentang kesulitan yang dihadapi nyanyiin lagu pop-rock. Dia satu-satunya yang mengakui kalau dia mengalami kesulitan, sedangkan yang lain bersembunyi di balik alasan klise dan jawaban yang kelewat ala Miss Universe, “sudah memberikan yang terbaik, terserah Tuhan lah, pemirsa lah.” Basi.

Tapi, kenapa Lucky?

Michael memang keren banget malam itu, dia tampil santai dan pede, dan suaranya yang “laki banget” itu cocok dengan nuansa rock yang juga cenderung “laki” itu, walaupun nggak dibawain kelewat ngerockjuga. Jadi dia layak untuk tetap tinggal. Sementara Helena seperti biasa salah pilih lagu. Suaranya terlalu tipis buat bawain lagu yang dia pilih. Dan rock jelas bukan gayanya. Malam itu harusnya Helena yang keluar.

Tapi, kenapa Lucky?

Iwan punya jawaban yang tepat yang dia kirim lewat sms, dan gue tahu memang itulah jawabannya. “Namanya juga Idol, yang dilihat the whole package.” Dan paket Lukcy kurang lengkap. Dia nggak punya senyum semenarik Dellon atau tampang seimut Bona. Lucky termasuk unrep (ya, Mas Wis?).

The unlucky Lucky.

Old posting and comments

« Home | Next »
| Next »
| Next »
| Next »
| Next »
| Next »
| Next »
| Next »
| Next »
| Next »

»

Post a Comment