Monday, August 16, 2004

Brunch

Udah beberapa waktu belakangan ini gue pengen bikin acara ngumpul dengan beberapa teman dekat dengan tujuan buat ngobrol dan curhat-curhatan aja. Soalnya, selama ini kita kelewat sibuk dengan urusan masing-masing sampe susah banget ngeluangin waktu buat ketemu. (Ok, kalo ada yang protes, gue tahu yang dimaksud sibuk nggak punya waktu itu ya gue dengan kerjaan gue yang nggak ada habisnya itu. Mana mau konsinyasi [baca: dipenjara] lagi Rabu nanti.) Nggak tahunya, dalam waktu beberapa minggu terakhir ini aja Miko sempet sedih karena satu hal, Pram berantem lebih dari sekali, Iwan lagi bimbang (hmm… kalo ini sih udah biasa ya?), dan gue, hmmmm… gue lagi bete sama hantu masa lalu yang semakin sering muncul dan mengganggu. Jadi, emang udah saatnya buat ngobrol nih.

Dan empat gadun ceria ketemuan di Wisma Metropolitan dan barengan ke tempatnya Mevrouw Ali alias Rumah Makan Ny. Ali kesukaan kita di dekat Barito sana. Dari sana kita ke Blok M Plaza nemenin Miko potong rambut dan ditutup dengan jalan-jalan di PS. Bener-bener acara tour de mall banget deh. Dan di PS kita makan di food court, nonton acara 17 Agustusan dari para ABG SMU PSKD yang menari Yosfan dari Papua dan sekelompok penari pria dari Tana Toraja. Ditutup dengan duduk-duduk dan makan di MBAK-nya PS.

Hari itu gue makan banyak, yang lain juga. Aturannya adalah makan sesukamu, ini kan wiken deh, saatnya memanjakan diri sendiri. Makanan yang kita lahap dari Mevrouw Ali, fudkort PS, sampe tempatnya si MBAK:

Gue: nasi ulam empal, teh tawar, kolak singkong Thailand, kue pepe, nescafe ice coffee, ice moccachino, es cincau, laksa, es kelapa.

Miko: nasi ulam ayam, teh tawar, klepon, pisang keju, sushi, ocha, es doger, soto padang, kerak telor.

Iwan: laksa, pisang keju, es teh, nasi daging-nya Nan King PS, ice lemon tea, es doger, roti dari Eaton.

Pram: gado-gado, lupis, es teh manis, es jeruk, es cincau dua gelas, sate Makassar, teh botol.

Semua: keripik tempe

Hari itu kita pun ngobrol seribu satu topik dan curhat berbagai hal. Sori, bukan konsumsi blog, hehe… gue bisa digorok nanti nyeritain masalah orang lain. Ini susahnya ngobrol sama temen-temen dekat, nggak pernah ada struktur yang baku getoh lho. Ngalor-ngidul aja. Tapi itu menyenangkannya, lo bisa jadi diri sendiri tanpa harus ribet mikirin atribut apa yang mau lo tampilin karena lo tahu, mereka nerima lo apa adanya. Nggak harus Jaimus Munafikus (meminjam terjemahan Asterix yang top itu).

Punya sahabat asyiknya rame-rame!

Old posting and comments

No comments:

Post a Comment