<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d11556135\x26blogName\x3dfor+a+moment\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dBLUE\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttps://guario.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den_US\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://guario.blogspot.com/\x26vt\x3d8883002381500247543', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Si Bondol dan kebiasaannya

Hari Kamis kemaren, gue teringat sama si Bondol, teman sebangku gue di kelas III SMP, gara-gara cerita Kenny di mobil Nur dalam perjalanan menuju tempat les. Siang itu, Kenny nggak sengaja ketemu teman SMU-nya yang udah lama banget berpisah sejak temannya itu kuliah di AS. Padahal, kata Kenny, mereka dulu lumayan akrab bahkan duduk satu bangku. Satu cerita kecil yang bikin gue jadi teringat masa-masa SMP gue adalah ketika Kenny bilang bahwa mereka dipisahkan oleh wali kelas karena mendominasi peringkat di kelas dengan jadi juara I dan II. Entah apa dasarnya satu bangku nggak boleh jadi juara I dan II. Mungkin Kenny dan temannya dikira contek-contekan kali ya.

Tapi hal yang sama juga terjadi sama gue dan teman sebangku gue di kelas III SMP, Jhonson ([sic] Plis buat para polisi tatabahasa yang mau protes, ini anak emang nama di aktenya tertulis J-H-O-N-S-O-N. Jadi bukan karena gue dudul salah tulis ya *defense mode on*) What do you expect gitu lho, namanya juga orang Batak bo, hehe.... Selain itu, marganya juga cukup delisius untuk dicela: Bangun, Jhonson Bangun. Secara dia adalah orang Batak pertama dengan marga itu yang gue kenal, jadi sepanjang kita satu kelas bareng, gue sering ngebecandain namanya, “Jhon [sic], lo nggak capek tuh bangun melulu?”

Garing ya? Tapi tahun ’87, itu lucu lhoooo... Adyuh, ketahuan deh gue udah SMP sementara Golda sama Bowo baru masuk TK di Malang, bahkan Primo malah belom lahir kali ya, hehe.... Tapi tolong diinget, gue SMP barengan Pakde Q dan waktu itu Mas Wisa sama Mbak Ria udah pada kuliah lho ya...

Eniwei, di kelas satu dan dua, gue dan Jhonson selalu berada di kelas yang sama. Kelas tiga ternyata kita barengan lagi satu kelas dan duduk satu bangku. Di semester ganjil, gue dan Jhonson kembali mendominasi peringkat kelas dan Jhonson tetap gagal ngalahin gue (syukurin!). Tapi asal tahu aja, gue dan Jhonson nggak pernah contek-contekan. Asli! Bukan apa-apa, biar gue yang orang Padang, tapi kenyataannya justru si Batak itu yang pelit, huh!

Nah, di hari pertama semester genap, wali kelas gue waktu itu, Bapak Malau—guru PMP, melontarkan ide yang sungguh brilian. Katanya ke gue dan Jhonson, “Tak suka aku kalian duduk berdua Jhonson, Rio. Pintar berdua sazanya kalian nanti. Ayo kau pindah ke ke belakang sana, Rio! Duduk saza kau sama si Bondol dan biar si Jungkrik (teman sebangku Bondol yang rambutnya jiplakan persis Simon le Bon van Duran Duran) duduk di depan sama si Jhonson! Biar tambah pintarnya itu si Bondol.”

Oke deh, gue disuruh duduk sama si Bondol yang semua juga tahu emang nggak bakalan mudeng kalo disuruh belajar perbandingan demokrasi terpimpin dan demokrasi pancasila, tapi kalo disuruh membuat perbandingan, maaf, toket siapa yang lebih gede, punya Cingklok ato Cengking (temen kita satu kelas), maka Bondol adalah Einstein. Tapi terlepas dari peringkatnya yang selalu dua digit dan terus berada di divisi bawah, si Bondol anaknya asyik. Tipe cowok badung yang, errr... buat anak emas guru kayak gue, sering jadi panutan sambil hanya mampu berkhayal, “kapan ya gue berani tidur di kelas, bikin jengkel guru sampe ditimpukin pake penghapus, ato dengan cuek keluar kelas kalo dimarahin dan kabur ke kantin buat ngerokok?”

Sejak hari pertama semester genap itu, gue duduk sebangku dengan si Bondol. Dari ke hari gue semakin akrab dengan anak gila ini. Gue pun mengerti kenapa banyak orang yang suka sama dia. Si Bondol, biar bloon, tapi sering sukses bikin cewek-cewek klepek-klepek karena badannya lumayan tinggi besar buat ukuran anak kelas III SMP, tampang lumayan cakep, dan jago basket. Dia jagoan yang setia kawan, baik dalam arti kalo teman berantem, tanpa tanya kiri-kanan pasti ikut ngegebukin lawan temannya, maupun karena dia emang siap ngebelain teman yang lebih lemah. Dia jadi jagoan tanpa jadi bully ato preman yang suka ngegencet orang lain.

Bondol dengan segala keasyikannya itu punya satu kebiasaan yang asyiknya bener-bener asyik sampe bisa dianggap errr... apa ya istilah yang pas... ‘nggilani’ adalah kata yang cocok kali ya. Cuma sedikit orang yang tahu kebiasaan nggilani-nya ini dan mereka yang tahu kebanyakan adalah teman-teman sekelas yang cowok. Tapi dari yang sedikit itu, lebih sedikit lagi yang bisa menyaksikan Bondol beraksi. Mereka yang ‘beruntung’ adalah mereka yang duduk sebangku dengan si Bondol karena aksi si Bondol selalu dilakukan di dalam kelas, ketika semua orang sedang konsentrasi mendengarkan celoteh guru, sementara Bondol mati bosan dan ingin menghibur diri.

Dan nggak lama setelah duduk sebangku dengan si Bondol, gue pun akan menonton aksinya itu.

Di satu pagi yang cerah, matahari bersinar cerah, udara segar membuat pipi memerah, Ibu Shinta Sirait berdiri di depan kelas asyik menjelaskan satu rumus fisika. Dan gue yang nggak pernah suka fisika, sibuk merhatiin dengan serius penjelasan Ibu Shinta. Abis mau gimana lagi, sejak Vita pindah sekolah ke Tegal ikut ayahnya bertugas di sana, sementara Jhonson nggak bisa diandalin karena anaknya pelit dan nggak pernah mau ngasih contekan, maka sejak semester ganjil gue harus belajar fisika sendiri kalau mau bisa ngejawab soal-soal ulangan. Mau nggak mau gue pun konsen ngedengerin Ibu Shinta menjelaskan rumus-rumus pelajaran keparat itu.

Sementara Bondol dengan cepat merasa bosan dan gelisah. Duduknya mulai nggak tenang dan sedikit-sedikit mengubah posisinya. Tapi kemudian suasana jadi tenang dan berlangsung cukup lama. Gue mulai merasa ada yang salah. Biasanya itu anak bakal ngegangguin gue kalo gue terlalu mantengin omongan guru. Ada aja yang dia tanyain. Kediamannya sungguh mencurigesyenkan. There must be something about Bondol neh.

Penasaran, gue pun melirik ke arah Bondol untuk melihat apa yang lagi dia kerjain. Kepalanya tampak menunduk dan matanya agak terpejam. Tapi gue yakin dia nggak sedang tidur karena lengannya terlihat bergerak-gerak. Pandangan mata gue turunkan ke bawah menyusuri gerakan tangannya. Dan ketika pandangan gue terkunci tepat pada jari-jari tangannya yang tampak sedang menggenggam sesuatu di antara kedua pahanya dengan retsleting celana yang terbuka, gue pun kaget dan hampir-hampir berteriak.

“Bondol! Ngapain lo coli dalam kelas!” suara gue mendesis.

Bondol mengangkat kepalanya dan tersenyum sambil terus memainkan, maaf, tunas jantannya (pinjam istilahnya Ayu Utami di Saman) yang tegak dan tegang. “Pinjem penggaris dong, Yo, gue mau ngukur punya gue nih,” katanya tanpa merasa bersalah.

“Enak aja lo!” gue jawab sewot. Sembarangan! Masa penggaris gue mau dinodai buat ngukur ‘barang’-nya?

Tapi bukan Bondol namanya kalo mau dicuekin begitu. Tanpa permisi dia ambil penggaris gue dari atas meja dan menggunakannya untuk mengukur penisnya. “17 senti,” dia mengumumkan hasil pengukuran dengan nada puas.

Sejak hari itu, gue harus membiasakan diri dengan keheningan mendadak dari teman sebangku gue ketika guru sedang menjelaskan pelajaran. Gue tahu sekarang, kalau nggak tidur beneran, maka sangat mungkin Bondol sedang asyik merancap untuk mengusir kebosanannya. Gue udah pernah usul ke dia buat bikin kerajinan tangan yang bisa dilakukan di dalam kelas tanpa ketahuan, merajut ato bikin kristik misalnya;), tapi percuma. Si bondol emang nggak bakat melakukan kerajinan tangan apapun kecuali, errr...ya itu tadi: merancap alias coli alias onani.

Cuma, untuk menghindari bau-bau yang tak sedap dan muncratan muatan yang salah sasaran, gue bikin perjanjian dengan Bondol. Apapun yang terjadi, dia nggak boleh sampe ejakulasi di dalam kelas. Kalo dia nggak tahan, dia mesti keluar dan menuntaskannya di kamar mandi. Coba aja kalo nekad, gue bakal suruh dia jilat semua hasil buangannya itu dan gue nggak bakal mau kasih contekan apapun saat ulangan. Dia terima semua persyaratan gue dan setiap kali dia merancap dalam kelas, gue belagak diam dan cuek.

Tapi di rumah, gue pun masuk dan mengunci pintu kamar, ngeluarin penggaris... dan... huaaaa... jadi pengen ke Mak Erot!
« Home | Next »
| Next »
| Next »
| Next »
| Next »
| Next »
| Next »
| Next »
| Next »
| Next »

12:26 PM

yoooo,
gila yaaa, postingan elo kali ini bener-bener explicit bin vivid tanpa tedeng aling-aling! ga takut keanggotaan elo di berbagai perkumpulan blog berbasis kekeluargaan bakal dicabut? wekekekekekeke ...

cuman gue rada kasian sih ama paragraf terakhir ya Yo.
that bad, eh?
panteessss ... :P    



12:36 PM

Wakakak... gini yaaaa booo... mumpung belom bulan puasa, jadi gue harus menuntaskan cerita ini, hihihi.... dan yah mudah2an para blogger bisa menerima cerita ini dengan penuh sikap arif dan bijak *sambil deg-degan*

Dan soal PARAGRAF terakhir, BEGINI yaaa.... gue jelaskan bahwa gue NGGAK ADA MASALAH, huh! Lo mesti inget, waktu itu kelas TIGA SMP dan si Bondol panjangnya udah 17 senti! Dan masih NAMBAAAAHHH kaleeeee:D.    



12:45 PM

Wadhoooh... sekali-kalinya nama gw disebut di posting seorang seleb blogger kayak Rio.. kok ya di postingan kayak gene yaaaa... *hiks*

Nggak kebayang ada anak senekad Bondol temanmu itu. Ato mungkin aku kelewat alim ya, jadi nggak pernah tahu ada anak senekad itu? :D

Eh.. orang FPI ada yang ngeblog ndak ya? hehehe... :P    



1:00 PM

PAKDE QYU lah kenapa emangnya:P? wong aku kan nggak bilang kamu yang punya kebiasaan sama kayak si Bondol:P?

Begitulah, emang ada anak yang kalo udah kebelet nggak kenal tempat, hihihi...

Errr... FPI? Errrr... *ambil langkah seribu*    



1:14 PM

ck ck ck....bang Yo...bertobatlaaah...hihihi..

entar Ramadhan yg rajin yg tarawihnya ;)    



1:28 PM

Errrr, bang! Waktu loe ngomong ke gua di chat gua dah tahu pasti parnografik yang bakal jadi ide tulisan loe, secara jij bilang kejar tayang sebelum bulan puasa, tapi sumpah gua gak kebayang kalo yang bakal jij ceritakan adalah prihal ini. Ampun gua ampe pengen muntah sekaligus tertawa terbahak-bahak, gile aja ampe teman kantor gua lihat gua pake pandangan bingung ke gua, secara cinere alim kek gua kalo ketawa kan pake tutup mulut, tapi tadi kelepasan LOL!!!!!! *errr, keknya toa gua lagi on dech* hihihihihi!!!

Temen loe sumpah nekad abis, tapi well, gitulah kalo hasrat gak dipendam, jadi apapun kesempatannya langsung dikeluarkan hihihihihi!!!! :) Gua setuju ma nm, puasa ntar rajin ya tarawih! Hihihihihihi!!! ;)

SALAM!!    



1:32 PM

NM terima kasih atas doanya.

Biasanya bulan puasa aku emang jadi lebih alim. Shalat jadi lebih sering dan jumatannya bisa penuh satu bulan, hehe..

Doain aja bulan puasa tahun ini bakal lebih jagoan, soalnya gaungnya bisa bertahan lama kalo bulan puasanya alim;).    



1:35 PM

HAUCUEN hehe... ya abis gara2 kenny gue jadi keinget cerita ini. soalnya kalo gue nggak dipisah, sampe kapan juga gue nggak bakal tahu ada orang cukup GILA dan HORNY sampe nekad melakukan itu dalam kelas, hihihi...

duh... lo emang john robert powers sekale yaaa:P.

makasih, gue udah sukses kejar tayang untuk tulisan esek2, jadi puasa nanti siap ngerjain sinetron ramadhan, hehe... gantiin anjas yang udah diblacklist:D.    



1:39 PM

Giling...baca blog lo siang2 bikin daku tak sanggup untuk melihat air di gelasku apalagi buat meneguknya :D    



1:42 PM

SHOCOLADE

lho.... apa hubungannya ma gelas dan hauuussss???

oh jadi hauusssss yaaaa...:D?    



1:54 PM

justru tadinya gw haus, begitu baca blog ente jadi...
btw ada yg lebih jijay lagi, sepupu gw pernah ngeliat bapak2 lagi parkir didepan kampusnya dia trus bapak2 itu nempelin 'itu' nya dikaca mobil. Dia ampe gak selera makan seharian    



1:57 PM

SCHOCOLADE

adyuh, itu emang jijay. eksibisionis emang ada di mana2. kalo ketemu jangan takut lari ato kenapa2, cuekin aja. mereka jadi nggak bakal dapet reward.

sori mengganggu hausnya yaaaaaaaa:D.    



2:42 PM

Yo, yang ini nih si Bondol temenmu itu bukan? :D ato mungkin dia terinspirasi postingmu ini kali ya .. hwhwhwhwhw...    



2:48 PM

pertama, terima kasih untuk pengumumannya. hanya saja infonya kurang lengkap. untuk diketahui aku dan Ria sering lompat kelas. sedangkan anda walaupun kesayangan guru prestasi anda masih di bawah kita2.. maaf ya.. hihi.. jadi ya gak heran kalau kita gak disayang guru, sebelum disayang udah keburu lompat.. :p

kedua, punya alamat si Bondol gak? hihi.. buat temen koookk..

ketiga, ilustrasi gambarnya boleh aku ganti gak? biar lebih pas sama Bondol! :D    



3:16 PM

Q kok dapet aja seeehhh:P.

gila banget itu hakim, dia kan di tengah 2 posisinya dan lagian jadi pusat perhatian. udah 58 tahun lagi!

ini mah lebih gila daripada bondol:D!

ato jangan2 bondol... :D    



3:20 PM

MAS WISA lompat2 kelas? ah, nggak mau, ntar jadi kemaissy-maissy-an, tua sebelom waktunya. mateng karbitan. aku kan ingin tumbuh normal. lho:P?

kalo aku punya nomernya bondol juga ndak akan aku kasih deh:P. bondol kemanakah dirimu? pengen temenan sama jagoan neon kayak dia, jadi nggak bakal ada yang berani macem2 ma aku:D.

dan awas ganti gambarnya yaaaa...:P aku bisa dikutuk2 orang nanti. huh!    



3:23 PM

HA HA HA HA gilaaaa ! ha ha ha gue ngakakak nih baca postingan elo ini.. VULGAR MAN..!

moso sih dia begitu tanpa ada pemicunya yo ? jangan-jangan elo kali yg minjemin stensilan ke dia :p

Way    



3:39 PM

WAY adyuh, nggak bermaksud vulgar deh. cuman apa adanya:P.

emang nggak ada pemicu kale, maklum aja hormon anak SMP, hihi.. tapi gue nggak gitu2 amat yaaa:p.

tapi dia mah udah bandar stensil kali, gue yang minjem dari dia hihihi....    



4:21 PM

oh pantes loe jadi kayak gini, yo.. huahuahuahuahuahaua..    



4:37 PM

DUDE maksud lo jadi teteup imyut di usia gue ini;)? *apaan seh:P*    



6:55 PM

wakakakakakakak......seru...serrrruuu.... blom pernah aku baca postingan ampe ngakak gini...salam deh buat si bondol....*btw...rio sendiri berapa senti????* wakakakakaka....Maap...wakakakaka....    



9:43 PM

:P

Apa kabarnya Om Rio? KIrain lagi sibuk apa Om..tiap hari ditegokin...ee yang nongol sisir merah mulu:P

Zubia lagi ndak di rumah nih Om...
Happy Monday ya..    



7:58 AM

abanggggg.....
hasil pengukuran di kamar ehm berapa centi ?? *polos*    



8:01 AM

kelupaan, puassssss ya nyela2 orang batak grrrrr    



8:19 AM

yo, loe janjian donk ama ipe ke mak erot nya hehehehe    



8:23 AM

qkqkqkqkqqk temennya sangar aja. dulu jaman smp *tahunnya keknya sama kek lo :D* cowok2 dikelas kayaknya paling banter ya passing on stensilan, ngga tau juga sih kalo ada yang *bangun* juga :D    



9:43 AM

Hihi... mimpi apa gw tadi malem pagi2 mampir udah disuguhi postingan yang rada2 gini seh :P

ikutan uli ahh nanyanya, jadi brp cm Yo! hahha...    



10:49 AM

walah... sekalinya nge-update.... ck ck ck... :)    



10:53 AM

gw mo protes dulu....!!!!!!
KENAPA JUGA DIKAIT-KAITKAN MA ORANG BATAK??????
ikh...ga banget deh tuh!!!!

yang kedua...
ergh,...ternyata kamu anonoh juga yah...hihihihi

yang ketiga...
jadi ke mak erotnya? hihihihi    



10:54 AM

JENG LUCY ati2 ketawanya di mana, ntar dikira errrr... orgil lho *jayus mode on, masih ada nggak sih yang pake istilah ini, hihihi...*

untuk pertanyaan, jawabannya, "NO COMMENT" *sambil melengos ala neng desy diwawancara cek dan ricek*    



10:56 AM

DWI dan ZUBIA pa kabar? lagi ndak di rumah? kemana aja? wah udah lama nggak maen nih, ntar liat deh.

met puasa yaaa...    



11:22 AM

ULI sayang, want to knowwwww aja, kamu masih kecil, dek, waktu itu kamu baru lulus TK ya:P?

Belom puas, sebenernya ada tiga paragraf yang khusus buat nyela orang2 Batak yang terpaksa diedit, hihihi... kalo enggak bisa kepanjangan postingannya. Ntar deh dilanjutin hehe...    



11:23 AM

IRVAN Lo tahu dari mana IPE punya masalah:P? Tolong diinget yaaaa.... ini tahun 87, waktu gue masih kelas 3 SMP:P! Huh! Sekarang sih gue nggak ada masalah:P.    



11:25 AM

NANA Kita seangkatan ya:D? Adyuh senangnya ketemu yang seumuran di blog, huehue... susah soalnya, anak kecil melulu isinya:D.

Udah pastilah itu anak2 SMP pada'bangun' hehe.... gila aja, zaman itu kan hormon meledak-ledak nggak karuan.    



11:27 AM

ZIE Wah nggak bisa kasih alasan anak kecil kayak ke ULI nih, hihihi... Jadi jawabannya tolong dilihat buat JENG LUCY ya:p.

UNI 'KA adyuh maaf, hehe... kejar tayang sebelom bulan puasa neh:D.    



11:33 AM

NOLDIE Eh, begini ya, emang temen sekelas dan sebangku gue itu orang BATAK! Lah, masa mau gue ganti jadi orang Bugis? Mana ada orang Bugis marganya Bangun:P? Juteeeeeeeeekkkk aja.

Dua, ih, ini kan bukan cerita anonoh:P, ini kan cuman cerita waktu gue kelas 3 SMP:P.

Tiga, Mak Erot zaman itu belom ngetren kale:P. Lagian itu kan udah lama, sekarnag sih MAAF yaaa, nggak butuh *sambil cari2 alamat Mak Erot:D*    



12:21 PM

hihhh..hihhh... itungannya ampir sejengkal kurangin 3cm jari gw dunks...

kreatip banget ye si Bondol itu, untung dibawah meja, coba kalo diatas meja?

*bayangin Rio dengan suara (mendesah) mendesis itu, dibarengi mata melotot jengkol, idung mengkerut babi & bibir nyengir melintirrr...*    



1:21 PM

*komen ga ya.. komen ga ya.. (ngitung kancing)*

om Yo, ga cerita kayak gini ama ponakannya kan? hehe.. ampyuuunnn deh, punya temen kok byk yg 'ajaib' gitu :P    



1:34 PM

DIKI ya ampun, satu jengkal emang umumnya 20 senti:P. Penting banget seh:P. Kalo di atas meja? Wah lo kebanyakan nonton bokep sih:P.

Hehe... persis:D, muke gue emang sewot banget.

BUNDA YNA haha.... temen2ku emang kelewat macem2 kelakuannya:D.    



1:59 PM

PAK RIO tahun 87 kelas 3 SMP? huhuhu syenangnya ternyata sayah mudaan *penting ngga sih?* hehehe *loh ini kok malah ngejunk, maap uda :D*    



9:00 PM

aduh, aduh, tuluuuuuuuunggggggggg.... vulgar, postingan vulgar!!! btw, buat cerita aja, gw pertama kali liat orang "gitu" waktu sd. kayaknya tuh orang emang eksibisionis, soalnya dia "begitu" depan segerombolan anak2 (termasuk gw!).

tapi, rio... er... ukuran lo berapa? :D    



5:58 AM

suka baca2 junk mail gak?
banyak kan P enlargement ditawarin di sana? ada yang DIY lagi :)) :))

gila posting loe yok :))
nyokap gue langsung kabur kali bacanya :))

mel    



11:13 AM

NANA adu penting banget yaaa:P? Tapi gak papa, saya senang sudah bikin kamu senang:D.

LENJE aduuuh ampyun, nggak bermaksud vulgar bu, ini kan cuman cerita pada satu masa, hihihi...

jawaban untuk pertanyaan itu yang keseribu kalinya NO COMMENT:D.    



11:15 AM

MEL ampyun deh lo, gue sih gak pernah baca yaaa:P. lagian, gue kan udah nggak bermasalah sejak errr... eh gak jadi deh, hihi...

tante, mudah2an tante bisa mengerti yaaaa:D.    



2:35 PM

errrr... tadi lo bilang nomor teleponnya si Bondol berapa, Yo? [batuk2 mencurigakan]

hahaha. masih SMP dan udah 17 sentiiiii? wah, jangan sampe samprokan sama produser/ sutradara film bokep aja tu anak. their kind of favourite nih kayaknya, huhuhuhu.

btw, menyambung ceritamu. si bondol emang gak pernah begituan di kelas?    



2:57 PM

GIRL

Errrrr... gak pernah bilang deh:P! *batuk-batuk jengkel sama pertanyaan sok ngejebak:P*

Itulahhh... makanya gue sebenernya juga pengen ketemu dia dan mengaryakan 'kelebihan'-nya itu, wakakak...

Trus, begituan apa nih maksudnya? :P Gila yaaaa....    



8:19 PM

anjrit. punya si bondol cuman kurang 5 senti dari punya gue! hebat juga tu anak yo!    



10:03 AM

hihi, maksud gue nggak pernah KETAUAN tuh sama guru2 lo kalo dia suka begituan di kelas? Duh, jadi nggak konsen. harharhar    



10:45 AM

KUDA anjrit! lo kerajinan bener! ngukur barang kuda sapa pak:P?

A GIRL adyuh kamyu, mentang2 dibilang 17 senti langsung gak konsen, wekekekek...    



12:57 PM

Rioooo.....!!!!!!! *teriak histeris gemesss* lo paling bisa bikin sensasi deh ah..penantian yg lama dan melelahkan buat mantengin updet lo berujung pada si bondol ini..arggh!
tapi btw, si bondol terakhir posisi dia dimana yaa ?..hwakakakaka....    



1:45 PM

ya ampun itu gmana coba kalo ketahuan guru? pasti malu2in banget, dan elo pasti kena tuduh sebagai pemicu keadaan *ngakak*..

sumpah gw di kantor prigen, baca postingan lo, set dah.. perut gw langsung mules karena nahan ketawa!

coba apa kabarnya si Bondol sekarang? kenalin dong ke kita2.. gw mau tau nambah ukuran gak.. *bandel*

om riyoh, gw sama2 TK sama Bowo di Malang? hehehe... jangan2....    



3:25 PM

hihihiiii.. bacanya gw deg deg an.. vulgar tapi lutcuu..

ditambah pas gw baca kepergok temen gw di bagian c*l* :))yang kepampang hahahaha jadi siteng..    



4:08 PM

huahuahuahua amit2 amit2 jd inget temen sebangku kls 3 sd, walau ga separah pengalaman lo, ada bunyi aer sayup2 dan ternyata dia ngompol di kelas... dan gue hanya bisa bilang "iiihhh... koko ngompol bu..." ;)    



4:26 PM

APEY aaahhh.. gue kan bermaksud cari sensasi:P. emang gue sarah azhari? hihihi...

DAMAR haha.... coba yaaaa.... ini tahun 2005, masih ada yang ngomong SITENG ya? hihihi.... mokal nih ogut ma doi, hihihi...

terus teman kantor komen apa;)? pengen kenal ma bondol juga;)?    



4:31 PM

GOLDA ya malu mah nggak seberapa kali yaaa... diskors kaleeee.... dan kok lo nuduh gue sih:P??? enak aja!

lagian kenapa ditahan tuh tawa:P? lepaskan dong ah, hari gini.

wakakak... ntar gue bilangin cintah lho:P. gue juga penasaran dan banyak yang nanya neh ma gue, hihihi... ntar gue cari tahu beneran deh:D.

eh bener kan, lo SD di Malang tahun 87:D?    



4:34 PM

ALIA pengalaman lo agak mirip ma gue juga tapi waktu TK. Cuman ini lebih parah karena temen sebangku gue itu errr..., maaf, eek.

Gue lari ke depan sambil nutup hidung dan nunjuk ke arah temen gue, "Bu Guru, Paulus eek."

Sangking berkesannya, gue asli masih inget nama tuh anak. Paulus, where r u:D?    



5:07 PM

bukan rio namanya kalau gak posting hal-hal yg kontroversial bak madonna or britney spears.. huah!    



5:46 PM

Hwehehehe... kita seangkatan laen sekolah Yo fufufu Gw bacanya sampe ngakak.
Secara temen gw juga ada yang begitu dan gw duduk dipojokan pula gara2 kalo didepan ngecengin cewe mulu.

And U know what gw dikerubutin 3 ekor manusia macam Bondol hwehehe, dan kaya elo juga gw bikin perjanjian ama mereka kalo ampe muncrat ntar gw kebiri pake mistar besi hwehehehe... secara gw tukang brantem jaman dulu jadinya pada nurut fufufufu...
*** jaman SMP emang seru fufufu..    



8:32 PM

waduh, sebenernya gw jadi herman juga yah ?? kok di palembang gw terlalu sering ngeliat hal begituan bahkan nyaris jadi pelaku.dan itu bukan hal yang aneh buat anak-anak belakang (yang duduk di deret belakang) huhuhu.. malah waktu smp,pas abis pelajaran olahraga di ruang ganti cowo beberapa teman sering ngadain perlombaan coli massal. hadiahnya uang loh buat yang paling lama. hahahaha    



9:54 AM

Hla kok ceritana mak bedundul mengguyokkan geneeh ya, asli bang lutju lowh. Jangan-jangan abang diem sambil nglirik terus ke bawah, gaya sentrifugalnya terlalu kuat menarik black hole abang ya. Musti mumet abang neeh.

Kapan nyusul undangannya bang, mumpung aku masih neng Jawa, siapa tahu aeike penempatan di Padang getowh bow!!!!!    



12:31 PM

yo, kayanya sibondol sambil ngukur pake penggaris dalem hati punya pengharapan besar 'God, i wish this was brain' kekekkekekke    



1:59 PM

ROMSTER makasih udah nyamain gue sesensasional dedek britney sama mbak madonna yaaa:P.

ARMA alhamdulillah ada lagi yang seangkatan, hihihi...

Tapi lo tuh sekolah di mana sih? Seumur2 cuma satu orang temen gue yang ajaib begitu, lah elo kok bisa punya tiga:D?

Gue sih emang gak bakat preman, cuman kalo si bondol mau lulus SMP ya jangan nekad ngelanggar kesepakatan hihihi....    



2:02 PM

GOIQ lo satu sekolah sama arma ya? Gila banget deh, ckckck....

OMBOLOT dek, begini ya, waktu itu masih alim kale, hehe... kalo sekarang udah nggak segitu2 amat:D.

Eh undangan apa:P? Ngobrol ya penempatannya di mana;).    



2:03 PM

MBAK RIA errr... bukannya otak lebih panjang dari sekedar 17 senti ya:D?    



1:49 PM

HAH RIO!!!! hihihi...
gw gak tau mo komentar apa lagi *blushing* :P    



5:17 PM

huahahahahha,..ngakak guling2 gua bacanya    



10:24 PM

Rio, aku sebenarnya malu, tapi tapi tapi, aku harus mengakui, err, err, kalau aku di posisimu saat itu, pasti aku akan langsung ke kolong meja dan membantu si Bondol dengan lumatanku :) maafkan kekhilafanku mengakui hasrat hatiku...    



10:18 AM

NANA pipi merahmu udah cukup menjawab;).

NIA guling2nya di kasur aja deh;)?

HENDRY adyuh mana mungkin anak manis se-'binal' ini:P.    



11:45 AM

gue ngaukurnya pake tangan tuh yo * sejengkal, dua jengkal....* :P    



5:06 PM

Rio...
dulu waktu jaman2 dulu, klo sebangku di kelas, mesti simbiosis mutualisma. Contohnya neh.. kalau yang satu kasih contekan pas ujian, yang satu lagi kasih traktiran..
Dalam kasus lu sama bondol, bisa ga gua asumsi-in aja,
elu kasih contekan sama dia, dia ngasih pelajaran c*** ke elu?
:P    



5:52 PM

BEN lo ngukur punya kuda ya? abis skalanya kok jengkal:P.

TANTRI haha.... *pipi memerah* nggak kok, gue nggak diajarin bondol:P, tapi memperluas kemampuan teknik aja haha... udah ah, besok puasa:D.    



12:51 PM

hah???? punya lo ga sampe 17??
Mak erottt masih ada nih spesies berukuran "s" kekekekekke    



1:00 PM

JEFRY eh bodat, gue masih kelas 3 SMP kale:P! lagak lo, kayak gue nggak tahu aja *kedip2*    



6:27 PM

a pretty arousing gay-eroticism story. A complete hard-on! :-)    



11:20 AM

MR ANONYMOUS waduh, nggak bermaksud bikin lo jadi begitu sih:D. cerita ini kan cuma apa adanya aja, hehe... hmmm... apa gue bisa nggantiin enny arrow ya (gimana, way;)?) *kedip2*    



4:35 PM

Waduh3x ... bulan puasa aja gitu baja cerit kaya Gini, hmmm seger juga sih :-D. Enak bahasanya lugas and simple, jadi ngebayangin kalo seorang Rio Onani kaya apa yaaaahhhh !!! .. hush bulan puasa gitu loh !!

Btw, kita satu angkatan juga nih, aduh jadi malu udah opa-opa ;))    



8:34 PM

yo oloooh.....
bisa banget ya di kelas kelakuan kaya begitu...
emang orang di sebelahnya selain lu ga ngeliat klakuan dia apa???
ckckckckc
salut salut    



7:39 AM

jadi pengen ke kolong mejanya si Bondol :p    



10:55 AM

BUNG BONA senengnya ketemu rekan seangkatan *ala sambas siaran, yikes:D* tengkyu buat komplimennya, hehe... tapi coba yaaaa.... jangan mikir aneh2 deh, udah tahu bulan puasa:P.    



10:58 AM

BUHAYA ada tuh, buktinya. dan ternyata banyak juga yang ngalamin kalo baca komen, kayak si arma, hehe... yang laen bisa liat tapi nggak sejelas gue kan dan nggak beresiko kayak gue hehe....

BU THINKELEL gila yaaa....bandel:P.    



3:28 PM

Hai hai...

penggarisnya masih disimpen duooonk :D :P

menyusul permintaan pembaca yg laen, gue demand nomor teleponnya temen loe itu! percuma deh lo punya circles of friends eks temen2 SMP-SMA-kuliah, dsb, mosok ngedapetin info dimana rumah nya si bondol and berapa senti panjangnya sekarang aja engga bisa??! *koq nafsu sih*

huhh...kenapa gue tidak pernah seberuntung itu jaman sekolah dulu?? bete    



4:08 PM

SETIABUDHI ampyun deh, mana ada:P. dan maaf mengecewakan sidang pembaca semua, udah kelewat ribet kalo mesti ngetrace itu anak, hehe... bukan nggak bisa, gue tahu orang2 yang terus deket sama dia karena satu SMA, tapi maaf ya...:P    



8:29 AM

HAHAHAAHAHAHAHAHAAHA... temen elo lucu bangettttttt.. tp emang nggilai. kira2 dia skrg nasibnya gimana? tau gak?    



11:54 AM

LING itulah, sampe sekarang masih missing in action;).    



»

Post a Comment