skip to main |
skip to sidebar

Ketika Infrastructure Summit ditunda untuk yang ketiga kalinya—setelah jadwal November, Desember, dan Februari meleset terus—gue mulai bete. Acara segede Summit buat kantor gue itu sama dengan rodi dan penundaannya cuma memperlama realisasi rodi itu sendiri. Buat gue, makin cepat Summit dipastiin tanggalnya, makin jelas apa yang mesti gue kerjain dan makin cepat kerjaan itu dimulai yang berarti makin lama waktu buat gue ngeberesinnya.
Ketika awal Januari diputusin bahwa tanggal 21 Februari akan diadakan acara pengganti Summit, the Pre Summit, mulai saat itu pula rodi dimulai. Puncaknya adalah ketika hari Kamis hingga Sabtu, 16-18 Januari, gue boleh dbilang nggak tidur sama sekali, kecuali satu jam di Sabtu pagi. Sementara malam itu gue udah beli tiket nonton konser 'Viva Vina'. Deg-degan, gue berusaha memberi semangat ketiga orang designer buku dan majalah gue buat kerja lebih cepat sementara orang percetakan udah nongkrong nungguin hasil kerja kita. Sebagai orang yang tanggung jawab sama publikasi kantor, gue udah divonis sama percetakan bahwa mereka hanya bisa menunggu sampe jam tujuh malam kalo mau kelar hari Selasa. Kalau nggak, mereka nggak berani ambil risiko untuk mencetak dan itu berarti semua orang yang hadir di Pre Summit, dari menteri sampe investor, nggak bakal nerima buku-buku yang hampir dua bulan kita siapin dengan sejuta rapat ke sana ke mari. Dan itu berarti: gue bakal ditembak mampus (baca: pecat).
Jam tujuh malam buku-buku itu kelar dan gue kabur ke Jakarta Convention Center. Dan ketika gue lihat sekeliling, gue nyadarin satu hal yang nyenengin setelah nonton beberapa konser musik beberapa tahun belakangan ini: gue nggak merasa tua! Hehe... serius, bahkan waktu terakhir gue nonton konser Vina di Hard Rock Cafe, penontonnya kebanyakan anak-anak yang masih pada bocah-bocah waktu dulu Vina pertama kali nyanyi 'Kumpul Bocah', sementara waktu itu gue udah SMA! Jadi, maaf ya buat adek-adek yang berdiri dekat gue dan mungkin heran kok ada orang yang hafal semua lagunya Vina, begini ya, kalian yang salah nonton konser. Mestinya kalian lihat Audy atau Shanty aja, ini tontonan orang gede, hehe....
Gue sangat nikmatin konser di malam Minggu itu sampe lupa kalo gue make baju yang sama dengan yang gue pake sejak hari Kamis.
Dear Mr. Rio,
Terima kasih sebelumnya atas surat complaint yang anda ajukan kepada kami. Kami sudah membaca, memahami, dan menelusuri kejadian ini.Dengan surat ini pula kami hendak mengajukan permohonan maaf yang sebesar - besarnya atas ketidakpuasan saudara terhadap pelayanan yang diberikan QB Plaza Semanggi. Kami mohon maaf karena kelemahan dalam sistem promo kami sehingga menyebabkan kerugian dari pihak saudara. Dan kami mohon maaf juga karena kekurangkompetenan staff kami sehingga menyebabkan saudara merasa dilecehkan. Percayalah, sama sekali tidak ada maksud dari kami untuk melecehkan customer kami, terlebih bagi seorang member seperti anda yang menjadi prioritas bagi kami. Tidak ada kata-kata yang dapat kami sampaikan selain permintaan maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan kami.
Adapun kami sudah melakukan pembenahan atas sistem kami, dan pula sudah menindak tegas staff kami yang bertugas pada saat itu. Sehingga kami harap kejadian ini tidak akan berulang lagi terhadap saudara dan terhadap customer-customer yang lain. Sebagai permintaan maaf kami, kami mengundang saudara untuk datang kembali ke QB Plaza Semanggi, dan kami sudah menyiapkan sedikit gift sebagai tanda permintaan maaf kami.
Terimakasih sekali karena sudah menjadi customer sekaligus member yang sangat loyal kepada kami. Complain anda adalah masukan bagi kami untuk lebih meninjau kekurangan atas kinerja kami. Bagi kami, waktu yang anda luangkan untuk menulis surat complaint bagi kami adalah sesuatu yang tidak ternilai harganya. Sebuah bukti kepedulian seorang member atas QB World Books, dalam hal ini QB Plaza Semanggi khususnya.
Terimakasih atas waktu yang saudara luangkan untuk membaca surat kami. Besar harapan kami kiranya saudara mau meluangkan waktu untuk datang kembali ke QB World Plaza Semanggi.
Stefanus Freddhyanto
- Store Manager -